HUKRIM, SULENGKA.ID – Langkah Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, yang baru-baru ini melakukan rotasi sejumlah kepala unit di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), menuai harapan dari berbagai pihak. Sejumlah aktivis mendesak agar pergantian ini tidak hanya sebatas penyegaran internal, tetapi juga diikuti dengan progres penyelesaian kasus-kasus yang hingga kini belum menemui titik terang.

Kasus Kematian Remaja (Alm.Aditya) di Desa Dampang, Gantarang

Salah satu sorotan datang dari mantan aktivis HMI, Farman. Ia mengaku menaruh harapan besar pada kepemimpinan Kapolres baru, khususnya setelah dirotasinya Kanit Pidana Umum (Pidum).

“Kami sangat mengapresiasi langkah penyegaran ini. Namun lebih penting lagi, kami menanti penyelesaian kasus-kasus mandek, salah satunya kasus kematian remaja (Aditya), kerabat saya sendiri, yang diduga menjadi korban penganiayaan di desa Dampang Kecamatan Gantarang. Sudah hampir dua tahun berlalu tanpa kejelasan, padahal ada saksi hidup dan petunjuk lain,” ungkap Farman, Sabtu (17/5/2025).

Menurutnya, penempatan perwira sebagai pengganti Kanit Pidum seharusnya mampu memberikan angin segar terhadap proses penegakan hukum. Ia menilai, sumber daya manusia yang di tempatkan di posisi strategis seperti ini harus memiliki kapasitas dan komitmen tinggi dalam menangani kasus-kasus krusial.

Kasus Dugaan Pembegalan yang menew*skan Seorang Lansia di Desa Palambarae, Gantarang

Tak hanya Farman, kritik juga datang dari Ferdi Ansar, aktivis jebolan PMII itu menyoroti kasus dugaan begal yang menewaskan seorang lansia, Sakka (60), di Dusun Bacari, Desa Palambarae.

“Sudah saatnya aparat bertindak tegas. Kami tidak ingin ada lagi korban berikutnya. Kasus ini harus di tangani dengan serius,” ujar Ferdi.

Ia juga mendorong pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan kejahatan di wilayah Bulukumba, serta meminta peningkatan intensitas patroli rutin oleh aparat kepolisian.

Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat sangat penting untuk menciptakan rasa aman, terutama di wilayah-wilayah yang rawan tindak kriminal.

Rotasi di jajaran Satreskrim ini menjadi ujian awal bagi AKBP Restu Wijayanto. Dalam merespons berbagai persoalan hukum yang menjadi perhatian publik.

Harapan besar kini tertuju pada pejabat baru agar mampu menuntaskan berbagai kasus yang selama ini di nilai jalan di tempat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *