SULENGKA.ID, NEWS — Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang saat ini mengalami peningkatan kasus di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan data surveilans dan investigasi epidemiologi, lonjakan kasus campak dipicu oleh masih adanya kesenjangan cakupan imunisasi rutin di masyarakat. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga risiko penularan menjadi lebih tinggi.
Sebagai langkah cepat merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan menggelar program imunisasi kejar (catch up) secara serentak. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional yang juga dilaksanakan di sejumlah daerah, seperti Maros, Luwu Timur, dan Jeneponto.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, menegaskan bahwa imunisasi merupakan cara paling efektif dalam mencegah penyebaran campak, khususnya pada anak-anak. Program imunisasi kejar ini ditargetkan rampung pada April 2026.
Adapun total sasaran imunisasi kejar mencapai 8.925 anak, dengan rincian 1.004 sasaran untuk imunisasi campak 1 (MR1), 886 sasaran untuk campak 2 (MR2), serta 7.035 sasaran untuk siswa kelas 1 SD.
Sementara itu, capaian saat ini meliputi:
- MR1: 773 anak atau 76,9%
- MR2: 639 anak atau 72,2%
- MR kelas 1 SD: 5.863 anak atau 83,4%
“Peningkatan kasus campak ini menjadi perhatian serius. Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap. Imunisasi kejar ini penting untuk menutup kesenjangan yang selama ini terjadi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pengendalian campak sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga unsur pendidikan dan organisasi masyarakat.
“Diperlukan kolaborasi semua stakeholder agar cakupan imunisasi dapat merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Dengan begitu, kita bisa membentuk kekebalan kelompok yang kuat dan mencegah terjadinya wabah,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan swasta, guna mendapatkan imunisasi campak secara gratis.
Dengan dukungan bersama dan kesadaran masyarakat, penyebaran campak diharapkan dapat ditekan, sehingga kesehatan anak-anak di Kabupaten Bulukumba tetap terjaga.
