Penulis : Redaksi

Daerah, Pelitarakyat.id — Kerawanan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam momentum politik salah satu penyebabnya adalah tekanan pimpinan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bulukumba, Ahmad Arfan pada dialog tematik yang digelar Bawaslu Bulukumba, di Circle Live Id, Kamis, 11 Oktober 2023.

Dialog tersebut mengusung tema: Tantangan Pemilu 2024: Isu netralitas ASN hingga politik uang, memaksimalkan diseminasi informasi pemilu, wujudkan pemilu serentak tahun 2024 yang berintegritas.

Pada kesempatan tersebut Ahmad Arfan menjelaskan bahwa Pemilu merupakan konflik sosial yang sengaja di lembagakan. Ada pertarungan kepentingan untuk meraih kemenangan. Ia juga memaparkan beberapa penyebab sehingga ASN terlibat dalam kegiatan Politik. 

“Salah satu sebabnya adalah karena keinginan ASN untuk mempertahankan dan atau mendapatkan jabatan. Selain itu, biasanya juga karena hubungan primordial, secara primordial untuk mendukung keluarganya yang masuk Caleg. Dan itu menyebabkan ia (ASN) tidak netral,” kata dia. 

Lebih jauh Arfan menyebutkan bahwa tekanan atasan juga menjadi salah satu penyebabnya. 

“ASN ini bekerja di pimpin oleh orang yang diangkat secara politis. Misalnya Bupati, Gubernur dan Presiden,” kata dia. 

Keterlibatan ASN dalam politik menurut Ahmad Arfan dilakukan dengan modus memberikan keuntungan tertentu seperti membuat postingan di media sosial.

“Membuat postingan, komentar atau like saja itu melanggar tapi tidak dipahami ASN dan dianggap biasa saja,” terangnya.

“Kami tentu berharap agar Bawaslu bisa lebih memassifkan sosialisasi aturan dan larangan untuk ASN agar bisa lebih dipahami,” tambah Ahmad Arfan.

Diketahui, Kabupaten Bulukumba ditempatkan diperingkat ke delapan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi isu netralitas ASN atau mencapai angka presentasi 40,38 persen.