SULENGKA.ID, PENDIDIKANLontara merupakan aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Aksara Lontara ini merupakan sistem tulisan abugida yang terdiri dari 23 aksara dasar. Aksara ini kembali membumi di Sekolah-sekolah di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. 

Salah satu sekolah yang telah memulai membumikan kembali pembelajaran aksara Lontara yakni UPT SMAN 19 Bulukumba. Mata pelajaran ini di anggap sebagai salah satu upaya penguatan identitas lokal. 

Kepala UPT SMAN 19 Bulukumba, Jihadiyah Mahdy menjelaskan bahwa pembelajaran aksara Lontara di sekolahnya ini merupakan cara baik yang dilakukan pihaknya untuk penguatan kearifan lokal. 

Sehingga para siswanya itu tidak melupakan identitas bahasa yang sering di gunakan yakni, Bahasa Bugis dan Bahasa Konjo. 

“Dengan belajar bahasa daerah, kita banyak mengetahui kearifan lokal daerah kita, khususnya Kabupaten Bulukumba,” kata dia.

Ia menyebutkan bahwa, dengan hadirnya pembelajaran bahasa daerah di Kurikulum Merdeka yang meski hanya terintegrasi di Muatan Lokal (Mulok). Hal tersebut di anggapnya cukup baik dalam upaya pelestarian bahasa lokal di institusi pendidikan. 

“Sebenarnya dulu kita di wajibkan menggunakan bahasa daerah tiap hari rabu saat proses belajar mengajar. Tapi sekarang tidak lagi, karena bergantinya kurikulum,” ungkap dia. 

Sekadar di ketahui, pada kurikulum 2013, Bahasa Daerah menjadi pembelajaran tersendiri. Namun pada Kurikulum Merdeka, Bahasa Daerah terintegrasi pada Mulok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *