SULENGKA.ID, EDUKASI — Salah satu jenis burung yang menjaga keseimbangan ekosistem adalah burung Kutilang. Burung ini dikenal juga sebagai burung peniru. Di sebagian wilayah di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bulukumba burung ini memiliki nama lokal. sebagian warga biasa menyebutnya Paconroq, Jidoq-jidoq dan Capplidu.
Julukan ini tentu tak lahir begitu saja. Seperti sebutan Paconroq. Penyebutan ini dilekatkan karena burung kutilang memiliki jambul. Diketahui, bahasa lokal Konjo sebagian di sandarkan pada kata Jambul.
Selain itu, kata kata Jidoq-jidoq dan Capplidu disandarkan pada suara burung kutilang. Sebagian warga mendengar suaranya mirip dengan sebutan kata Jidoq-jidoq dan sebagian lainnya mendengarnya mirip dengan sebutan kata Capplidu.
Nah, Burung Kutilang, dengan nama ilmiah Pycnonotus aurigaster, juga merupakan salah satu spesies burung yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka hidup di hutan tropis, perkebunan, dan pedesaan di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Peran dalam Ekosistem
Burung Kutilang memakan buah dan kemudian menyebar biji-bijian ke tempat lain. Hal ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya keanekaragaman hayati dalam membantu penyebaran biji-bijian.
Mereka juga memakan serangga dan cacing yang merugikan tanaman. Sehingga proses ini membantu mengendalikan populasi hama dan menjaga kesehatan tanaman. Dengan memakan buah dan serangga, Kutilang membantu menjaga keseimbangan nutrien dalam ekosistem.
Kesehatan ekosistem juga bisa diukur dengan keberadaan burung ini. Salah satu indikator kesehatan lingkungan dapat dilihat dari perubahan populasi mereka. Jika menurun, maka kualitas ekosistem di wilayah itu dianggap kurang baik.
Burung Kutilang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan melindungi populasi mereka untuk mempertahankan keseimbangan alam dan keanekaragaman hayati.
