SULENGKA.ID, MERDESA — Dalam upaya mendorong kemajuan sektor pertanian dan memperkuat infrastruktur pedesaan, Pemerintah Desa Padangloang, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, membangun jembatan tani yang akan menjadi akses vital bagi para petani menuju lahan pertanian mereka.

Pembangunan jembatan di Dusun Salebboe ini merupakan salah satu program prioritas dalam rencana pembangunan desa tahun anggaran 2025, yang dirancang sebagai jawaban atas keluhan masyarakat tani yang selama bertahun-tahun kesulitan mengakses lahan mereka, terutama saat memasuki musim tanam padi.

Kepala Desa Padangloang, Andi Muhammad Rizal menuturkan bahwa salah satu alasan pihaknya membangun jembatan tani adalah mempermudah warga dalam distribusi Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

“Kami menyadari betapa pentingnya infrastruktur pertanian bagi masyarakat desa. Petani adalah salah satu tulang punggung ekonomi desa ini, dan mereka berhak mendapatkan akses yang layak ke lahan mereka. Pembangunan jembatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” kata pria yang akrab disapa Andi Ical itu.

Rencananya, kata Andi Ical, jika pembangunan jembatan ini selesai, maka akses jalan setelah melalui jembatan ini akan terhubung ke dua desa. Yakni, Desa Seppang dan Desa Salemba Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba.

“Tidak lama lagi jembatan ini selesai. Pembangunannya sudah mencapai 95 persen. Semoga saja pembangunan ini di lancarkan sehingga segera di rasakan manfaatnya oleh petani,” kata dia.

Anggaran Dana Desa 2025

Dia menyebutkan bahwa anggaran yang di gunakan dalam membangun jembatan tersebut menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2025 sebesar Rp. 136.048.350. Pelaksanaan pekerjaannya di lakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan sementara bagi warga desa.

Dia berharap kehadiran jembatan ini tak hanya mempermudah akses, tetapi juga menjadi awal yang baik dari rangkaian pembangunan infrastruktur pendukung pertanian lainnya.

Salah seorang petani di Desa Padangloang, Hamdan mengaku bersyukur atas pembuatan jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan itu akan memudahkan sesamanya sebagai petani untuk mengangkut Alsintan dan beberapa kebutuhan lain dalam menggarap sawah. Seperti pengangkutan bibit padi dan pupuk,” kata dia.

Ia juga berharap ada keberlanjutan dari pembangunan jembatan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *