HUKRIM, SULENGKA.ID — Kinerja Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba mendapat sorotan publik menyusul lambannya penanganan kasus pemarangan yang menimpa seorang warga di Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, pada Kamis (6/11/2025) lalu.

Korban bernama Bahaki (60), warga Dusun Bontoulu, mengalami luka serius setelah diserang menggunakan parang oleh HR (39), warga Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gantarang. Terduga pelaku diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Pelaku Belum Berhasil Diamankan

Meski laporan telah disampaikan ke pihak kepolisian, hingga sepekan pascakejadian pelaku belum juga berhasil diamankan. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat, lantaran pelaku dilaporkan masih berkeliaran sambil membawa senjata tajam.

“Kami merasa tidak dilindungi. Kami takut pergi berkebun atau bertani selama pelaku masih berkeliaran,” ujar salah seorang warga Desa Dampang, Rabu (12/11/2025).

Masyarakat menilai lambannya respon aparat kepolisian mencederai rasa aman warga. Mereka menuntut agar penegakan hukum dilakukan cepat dan transparan untuk mencegah munculnya korban baru.

Ultimatum Keluarga Korban

Salah satu keluarga korban, Renaldi Amir, menyampaikan ultimatum kepada Polres Bulukumba agar segera mengambil empat langkah konkret, yakni:

  1. Mengamankan pelaku dan memastikan pemeriksaan medis serta proses hukum berjalan sesuai prosedur.

  2. Menjamin perlindungan bagi korban dan warga melalui patroli rutin di lokasi.

  3. Menyampaikan perkembangan kasus secara terbuka kepada publik.

  4. Mengevaluasi aparat jika ditemukan unsur kelalaian atau pembiaran dalam penanganan kasus.

“Kesabaran kami ada batasnya. Jika aparat terus diam, kami akan bertindak demi keamanan kami sendiri,” tegas Renaldi yang juga dikenal sebagai aktivis PMII Bulukumba.

Terduga Pelaku Bersembunyi di Atas Bukit

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku. Menurutnya, pelaku melarikan diri dan bersembunyi di kawasan hutan berbukit Bangkeng Bukit, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Pelaku yang diduga ODGJ masih dalam pencarian karena bersembunyi di hutan Bangkeng Bukit,” jelas Iptu Muhammad Ali.

Warga berharap aparat kepolisian segera turun langsung untuk memastikan situasi keamanan di Desa Dampang dan sekitarnya kembali kondusif serta memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *