NEWS, SULENGKA.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau familiar di sapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) kunjungi lokasi pertambangan di area Gunung Kuda Kabupaten Cirebon. Sabtu, 31 Mei 2025.

Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas tambang batu alam di kawasan Gunung Kuda yang telah memakan korban jiwa itu di tutup secara permanen.

“Korban bukan hanya pekerja tambang. Ada pedagang asongan, sopir, bahkan orang tua dengan anak-anak yang masih kecil,” Kata Dedi Sabtu (31/5), di kutip dari detik.com.

Dedi Mulyadi juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung biaya hidup anak-anak korban dan menyiapkan santunan bagi keluarga yang di tinggalkan.

Namun demikian, Dedi juga menekankan bahwa tanggung jawab sosial tidak hanya berada di tangan pemerintah. Ia mendesak agar pihak pengelola tambang bertanggung jawab atas nasib para korban.

“Selama ini mereka menikmati keuntungan dari tambang. Maka, mereka juga harus memiliki sikap untuk bertanggung jawab secara moral dan sosial,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Tutup Permanen Pengelola Tambang

Selain itu, Dedi mengklaim bahwa tambang tersebut memang tidak layak sejak lama. Ia mengatakan bahwa jauh sebelum peristiwa ini terjadi, ia sudah menilai bahwa lokasi tambang di Gunung Kuda tidak layak secara teknis dan tidak memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Tiga tahun lalu saya sudah datang ke sini dan menyatakan tambang ini tidak layak. Tapi izinnya sudah keluar sejak 2020, sebelum saya menjabat. Karena itu saya tidak bisa membatalkan langsung, tapi sekarang setelah terjadi musibah, izinnya langsung kami cabut,” kata Dedi.

Tak hanya pihak pengelola tambang yang akibatkan kecelakaan korban jiwa, ketiga tambang yang di kelola oleh yayasan berbeda di kawasan tersebut, dengan total lahan sekitar 30 hektare, juga resmi di tutup dan tidak akan di buka kembali.

“Sudah di tutup permanen. Tidak akan saya buka lagi,” tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *