Penulis : Muhammad Rizal

SULENGKA.ID, DAERAH — Sekitar 50 pemuda mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bulukumba di Lantai 4 Gedung Pinisi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang turut memberikan motivasi kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Bupati yang dikenal dengan sapaan Andi Utta ini menekankan pentingnya mental berani dalam menapaki dunia usaha. Menurutnya, kesuksesan mustahil diraih jika seseorang enggan mengambil risiko.

“Jangan pernah bermimpi menjadi orang sukses kalau masih takut ambil risiko. Dunia usaha penuh tantangan, dan hanya mereka yang bermental petarung yang akan mampu bertahan,” tegas Andi Utta.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa keberanian adalah kunci utama dalam membangun usaha, seraya menyinggung keberhasilan etnis Tionghoa yang dikenal ulet dan berani mengambil risiko dalam dunia bisnis.

Sebagai contoh nyata, Andi Utta menyinggung perjalanan pribadinya saat memutuskan meninggalkan zona nyaman sebagai pengusaha dan maju dalam kontestasi Pilkada Bulukumba. Keputusannya itu penuh risiko, mengingat saat itu dirinya merupakan figur baru dalam dunia politik lokal.

“Kalau saya takut, saya tidak akan berdiri di sini sebagai Bupati. Saya putuskan bertarung penuh, dan alhamdulillah hasilnya maksimal,” ujarnya penuh semangat.

Bupati dua periode ini juga mendorong peserta untuk meninggalkan pola pikir lama yang tidak produktif. Ia menekankan pentingnya kerja keras, komitmen, dan keseriusan dalam menekuni usaha.

“Semua bisa kita capai kalau mau belajar dan bekerja sungguh-sungguh. Jangan setengah-setengah. Kalau niat berubah, tinggalkan gaya lama,” pesannya.

Andi Utta Memulai Usaha Dari Nol

Andi Utta juga membagikan kisah awal perjalanannya sebagai pengusaha. Ia mengaku memulai segalanya dari nol, tanpa dukungan modal besar, hanya bermodalkan kepercayaan dan komitmen.

ANDI UTTA
Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf saat berbagi pengalaman bagaimana ia merintis usaha.

“Saya bukan akademisi, saya praktisi. Lebih dari 30 tahun saya terjun di dunia usaha. Saya ingin pemuda hari ini juga punya semangat kerja nyata, bukan sekadar banyak bicara,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia mengapresiasi pelatihan ini dan berharap jumlah peserta dapat ditingkatkan di masa mendatang.

“Kalau bisa ke depan, peserta tidak hanya 50 orang, tapi bisa sampai 200 bahkan 400 orang,” harapnya.

Kegiatan bertema “Transformasi Anak Muda Menjadi Entrepreneur Unggul di Era Digital” ini akan berlangsung selama tiga hari, dari 26 hingga 28 Mei 2025. Panitia pelaksana, Andi Alimuddin, menyampaikan bahwa peserta merupakan pemuda berusia antara 16 hingga 30 tahun.

Salah satu peserta, Sri Wahyuningsih, menyatakan antusiasmenya mengikuti pelatihan ini, terutama atas kesempatan mendapatkan materi langsung dari Bupati.

“Kami sangat bersyukur dan termotivasi, terutama soal pentingnya keberanian dalam memulai usaha,” ujarnya.

Acara pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bulukumba Muh Ali Saleng, Kepala Disparpora Ferryawan Fahmi, serta jajaran ASN lingkup Disparpora Bulukumba.