SULENGKA.ID, NEWS — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026). Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk mendorong lepas landas ekonomi nasional melalui penguatan fondasi domestik dan optimalisasi pengelolaan kekayaan alam.

Dilansir dari laman BPMI Setprese, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year). Pemerintah menargetkan pertumbuhan meningkat ke kisaran 5,4 hingga 5,6 persen pada 2026 melalui harmonisasi belanja pemerintah, peningkatan investasi, serta optimalisasi peran Danantara sebagai mesin produksi nasional.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya ekonomi berdikari yang berorientasi pada kemakmuran rakyat. Ia menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga, terutama di lapisan masyarakat bawah, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.

Sebagai langkah konkret penguatan ekonomi kerakyatan, Presiden menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan terintegrasi pada 2026. Program tersebut akan dilengkapi fasilitas pabrik es, cold storage, hingga armada kapal berbasis koperasi. Selain itu, percepatan pembentukan hampir 30.000 Koperasi Merah Putih beserta gudang desa juga disiapkan untuk memperkuat distribusi barang subsidi serta akses pembiayaan mikro, guna mencegah praktik rentenir di masyarakat.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Presiden mengumumkan efisiensi anggaran lebih dari Rp300 triliun pada tahun pertama melalui pemangkasan belanja tidak produktif, seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial. Kepala Negara juga menegaskan komitmen pemberantasan korupsi dan mendorong pengelolaan aset negara yang lebih efisien melalui Danantara.

Forum Indonesia Economic Outlook 2026 menjadi momentum penegasan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *