Ngumpul bareng menjadi salah satu kebiasaan kaum remaja. Namun cukup sedikit kaum remaja memanfaatkan ruang ngumpul bareng tersebut menjadi sesuatu yang produktif.
Salah satu potret sejumlah remaja produktif di Kabupaten Bulukumba ini bisa menjadi contoh. Mereka berkumpul memanfaatkan waktu luangnya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan berjualan tahu walik. Mereka menamai jualannya itu, @jajanannkitaa.id.
berjumlah 6 orang yakni di bagian produksi Ila Augustina, Rappena Isham, Nurul Zhalika dan Jumrawati. Sementara di bagian marketing Fajra Mulyani dan Hijerahma. Saat ini mereka masih berstatus siswi di SMKN 10 Bulukumba Kelas XI jurusan TKJ.
Marketing @jajanannkitaa.id, Fajra Mulyani kepada Redaksi pelitarakyat.id menjelaskan bagaimana ia bersama teman temannya memulai usaha tersebut.
“Suatu hari kumpulka cerita-cerita sama teman-temanku, terus muncul ide. Dari pada ngumpul nda jelaski, mending jualanki. Awalnya mauki jualan pudding, jadi pas hari Selasa, 13 Juni 2023 itu di bahas semuami budget untuk jual pudding,” ujarnya.
Observasi Konsumen
Namun, di hari berikutnya ia berdebat dengan teman temannya. Pasalnya, target konsumennya itu kebanyakan suka yang gorengan jadi ia dan teman temannya beralih menjual tahu walik.
“Kebetulan di sekitar Desa Bukit Harapan sampai Desa Benteng Palioi masih kurang sekali penjual tahu walik. Terus di situ, di hitungmi lagi budget terus kumpulki uang untuk jualan. Pada hari Rabu, 14 Juni 2023 sebenarnya mau memang maki produksi ki untuk tester. Tapi hari itu susah sekali dapat penjual tahu yang dekat. Jadi, hari kamis paginya pi ke pasar Bontonyeleng. Temanku belanja bahan terus di produksi, bawakan guru di sekolahku sebagai testernya dan bilangki guruku “enakmi ini” “jualan maki, cocokmi ini untuk di jual,” ungkapnya.
Sejak saat itu, mereka pun memulai
pre order, dari Kamis sore sampai Hari Jumat.
“Alhamdulillah orderan masuk terus bersamaan dengan testinya,” kata dia.
Fajra berharap, kedepannya untuk @jajanannkitaa.id, semoga dengan kami memulai usaha ini dapat menginspirasi seluruh teman-teman untuk berwirausaha.
“Jangan pernah gengsi untuk memulai usaha. Sebuah keberhasilan di mulai dari 0. Kuncinya itu ada niat, doa, usaha, promosi, dan konsisten,”
Ia juga mengakui bahwa usaha yang dirintisnya itu tidak lain untuk mengurangi beban orang tua nya dalam konteks ekonomi. (Nid/Zal).
Instagram: jajanannkitaa


Komentar 1
Semangat semoga bisa konsisten