SULENGKA.ID, VIDEO — Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, menjelaskan bahwa kehadiran Nurdin Abdullah tersebut merupakan bagian dari undangan pihaknya. Menurutnya, histori BPVP Bantaeng tidak lepas dari sosok Nurdin Abdullah.
“Kita ingin menguatkan kembali keberadaan balai, terutama jurusan otomotif yang telah bekerja sama dengan Jepang beberapa tahun yang lalu. Kita kuatkan kembali yang telah kita lakukan beberapa tahun yang lalu,” kata dia.
Arsad juga mengatakan bahwa BPVP Bantaeng pernah menjadi referensi jurusan otomotif.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terealisasi dengan baik (kerja sama Jepang-red). Kami juga akan menyampaikan ini kepada pimpinan (Kemenaker) supaya di berikan arahan dan petunjuk kepada kami, agar BPVP Bantaeng menjadi lebih baik,” tutupnya.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng periode 2008–2018, Nurdin Abdullah, bersama Kepala Eksekutif Hayama Capital Partners Inc., Jepang, mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, Kamis, 16 April 2026.
Kunjungan tersebut di nilai membawa dampak positif bagi BPVP Bantaeng. Pada kesempatan itu, mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPVP Bantaeng, Arsad.
Dalam kunjungannya, Nurdin Abdullah berharap BPVP Bantaeng dapat menjadi lebih baik lagi ke depan.
“Jadi saya kira, kita harus mengembalikan BLK (BPVP Bantaeng-red) jurusan otomotif ini ke tujuan semula. Artinya kita kan sebenarnya belum apa-apa. Kita masih butuh pendampingan dari Jepang. Karena bagaimanapun juga teknologi ini terus berkembang. Dan kenapa industri otomotif, terutama mekanik ini dibutuhkan, karena memang kebutuhan tenaga mekanik Indonesia itu masih sangat besar. Olehnya itu, tujuan awal sebenarnya didirikan BLK ini semasa saya masih di Pemda Bantaeng, itu tujuannya untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik,” kata dia. (**)
