Daerah,Sulengka.id– Fenomena hujan es terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat (1/11/2024). Hujan deras yang disertai angin kencang dan butiran es itu terjadi di Desa Tamaona, Kecamatan Kindang pada jumat sore.
Meski hujan es tidak terlalu lama mengguyur. Namun, cukup menghebohkan warga. Pasalnya, hujan es merupakan fenomena yang langka terjadi di Kabupaten Bulukumba.
Sufri akrab disapa Sumanto, salah seorang warga Desa Tamaona mengungkapkan fenomena tersebut terjadi sekitar Pukul 18.00 jelang magrib. Kata Sufri, hujan yang disertai butiran es itu tidak berlangsung begitu lama.
“Awalnya hanya hujan biasa disertai angin kencang, tidak lama kemudian tiba-tiba hujannya bercampur butiran es,”Jelasnya.
Meski tidak berlangsung lama. Namun Sufri mengatakan, kejadian itu membuat warga sekitar geger, ia pun berhasil merekam fenomena tersebut melalui smartphone miliknya,”sekitar 3 menitan hujan es itu berlangsung kemudian berubah menjadi hujan air seperti biasa kembali,”Tambahnya.
Ditanya soal berapa lebat hujan es mengguyur di desanya, ia tidak dapat menyimpulkan apakah hujan es tersebut mengguyur seluruh wilayah di Desa Tamaona, Tapi Sufri memastikan sekitar area wilayah pemukimannya ditimpa hujan es.
“saya tidak tahu kalau di dusun lain, tapi di sekitaran rumahku ini semuanya hujan disertai butiran es.” Jelas Sufri.
Menurut Sufri, fenomena tersebut sangat langka. Ia mengaku selama dirinya hidup, ini kali pertama menyaksikan secara langsung hujan yang disertai es kristal. “saya sempat pegang itu butiran es dan memang itu dingin seperti es kristal di kulkas dan ukurannya besar seperti batu kerikil,” Herannya.
Prediksi BMKG
Dari informasi yang dihimpun sulengka.id. Hari ini, jumat (1/11/24) telah tercatat beberapa daerah di Indonesia juga mengalami hujan es. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi-selatan mengenai fenomena hujan es tersebut.
Namun BMKG melalui situs resminya bmkg.go.id, sebelumnya telah memprediksi cuaca ekstrim akan terjadi dibeberapa wilayah di indonesia, itu akibat akhir-akhir ini suhu panas meningkat bahkan mencapai lebih dari 38 derajat.
Penyebabnya. Menurut BMKG, bulan oktober biasanya awal menandai musim hujan di indonesia. Namun, tahun ini terdapat beberapa faktor yang menyebabpkan keterlambatan musim hujan. Salah satunya adalah kondisi atmosfer yang kering sehingga kelembapan di udara berkurang dan suhu tetap tinggi.
Dari itu, BMKG sebelumnya memperingatkan akan ada potensi cuaca ekstrem dalam periode peralihan musim kali ini, seperti angin kencang, hujan lebat dan hujan es. (HW/Riz)

Komentar 1