SULENGKA.ID, MERDESA — Mayoritas warga Desa Padangloang, masih tetap setia menggantungkan hidupnya dari bertani padi.
Aktivitas menanam hingga panen padi menjadi denyut utama ekonomi sekaligus budaya di desa yang terletak di Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba ini.
Mayoritas warga Desa Padangloang, seperti halnya Umar, sudah puluhan tahun menjadi petani padi. Setiap hari, sejak pagi buta, ia turun ke sawah. Dia memastikan lahan sawah miliknya terawat dengan baik.
“Kami sudah biasa hidup dari sawah. Dari hasil padi ini kami bisa menyekolahkan anak, makan, sampai bisa membangun ekonomi keluarga sedikit demi sedikit,” ujar kata dia.
Tanah di desa ini terkenal subur, dalam setahun, petani bisa panen hingga dua kali. Meski demikian, para petani juga menghadapi banyak tantangan, mulai dari perubahan cuaca ekstrem, serangan hama, hingga fluktuasi harga gabah di pasaran.
Menurut Kepala Desa Padangloang, Andi Muhammad Rizal menjelaskan bahwa pertanian padi masih menjadi sektor utama penopang kehidupan warga.
“Mayoritas warga di sini adalah petani. Kami terus berupaya memberikan bantuan bagi para petani,” katanya.
Penerus Tradisi Bertani
Meski generasi muda kini sebagian yang merantau atau beralih profesi, sebagian masih memilih bertani, meneruskan tradisi yang telah diwariskan leluhur mereka.
Tantangan yang dihadapi para petani saat ini adalah stabilisasi harga gabah yang lebih baik, agar kehidupan petani bisa terus berjalan dan sejahtera.
Menurut pria yang akrab di sapa Andi Ical ini, sektor pertanian padi bukan hanya menjadi sumber penghidupan utama, tapi juga bagian dari identitas warga desa.
“Kami menyadari betul bahwa mayoritas warga menggantungkan hidup dari padi. Karena itu, kami terus berusaha mendorong program-program yang berpihak kepada petani,” kata dia.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa berupaya menjalin kerja sama dengan lintas sektor untuk memperbaiki irigasi dan memperluas akses pasar hasil panen.
“Kami ingin petani tidak hanya bisa menanam dan panen, tapi juga bisa menikmati hasil yang layak dari kerja keras mereka. Kalau pertanian maju, desa ini juga akan maju,” ujarnya.

