Penulis : Muhammad Rizal

SULENGKA.ID, PERTANIAN — Cengkih merupakan salah satu jenis rempah yang banyak di tanam oleh petani di Indonesia. Tanaman ini hampir sama dengan tanaman lainnya yang membutuhkan perlakuan khusus setelah melewati fase berbuah. 

Salah satu perlakuan yang penting di perhatikan petani pada saat cengkih selesai berbuah adalah proses pemupukan. Pemilihan jenis pupuk akan berpengaruh dan menentukan kualitas panen di musim berikutnya.

Lalu bagaimana cara memilih pupuk yang tepat untuk tanaman cengkih usai berbuah? Nah, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan nutrisi tanaman. 

Pada fase setelah berbuah, cengkih memerlukan energi untuk memulihkan perkembangannya. Pemupukan yang tepat sangat penting dalam fase ini:

Pemberian pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang cukup penting untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi yang seimbang.

Disarankan menggunakan pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) dengan perbandingan yang disesuaikan, misalnya NPK 15-15-15 atau 12-12-17. Nitrogen membantu pertumbuhan daun baru, fosfor mendukung pengembangan akar, dan kalium memperkuat ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Tambahkan pupuk yang mengandung mikronutrien seperti magnesium, kalsium, dan seng untuk mendukung kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Nah jenis pupuk ini akan membantu pertumbuhan cengkih dalam rangka pemulihan kondisinya. Namun penting di ketahui bahwa pemupukan ini juga penting melihat kondisi tanah dan cuaca. Kelembaban tanah juga menjadi poin penting dalam proses pemupukan ini.