SULENGKA.ID, PERTANIAN — Salah satu tantangan dalam budidaya tanaman padi adalah membasmi rumput liar yang tumbuh setelah proses penanaman. Tentu terdapat cara efektif membasmi rumput pada tanaman padi.
Membasmi rumput atau pengendalian rumput pada tanaman padi tentu membutuhkan pendekatan terpadu. Terdapat beberapa metode yang di gunakan dalam membasmi rumput pada tanaman padi yakni, metode manual, mekanis dan kimiawi serta biologis.
Nah, perawatan yang tepat dan rutin pada tanaman padi dapat meminimalisir keberadaan rumput. Pembasmian rumput pada tanaman padi di harapkan padi tumbuh dengan baik atau maksimal.
Kehadiran rumput yang tidak di inginkan dapat mengurangi hasil panen. Karena rumput dan padi akan bersaing memperebutkan air, nutrisi, dan sinar matahari.
Namun penting menjadi perhatian, untuk memilih metode yang sesuai dalam pembasmian rumput, harus melihat kondisi lahan dan jenis rumput yang ada, serta selalu ikuti petunjuk penggunaan herbisida dengan cermat.
Identifikasi Jenis Rumput
Hal pertama yang di lakukan sebelum melakukan pembasmian rumput adalah mengenali atau mengidentifikasi jenis rumput di lahan persawahan. Ini penting di lakukan untuk pemilihan metode pengendalian rumput yang tepat.
Biasanya jenis rumput yang sering di temukan di lahan persawahan pada tanaman padi yakni Rumput alang-alang (Imperata cylindrica), Rumput teki (Cyperus rotundus), Rumput gandum (Echinochloa crus-galli) dan Rumput grinting (Eleusine indica).
Metode Pengendalian Manual
Dalam metode pengendalian manual, terdapat dua jenis penyiangan yang di lakukan yakni penyiangan dengan tangan dan penyiangan basah.
Penyiangan dengan tangan atau menggunakan alat seperti cangkul dan alat lainnya dapat di lakukan pada awal pertumbuhan padi.
Metode ini di anggap efektif untuk menghilangkan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Penyiangan ini dapat di lakukan secara rutin setiap 2-3 minggu.
Sedangkan teknik penyiangan basah (perempelan) ini di lakukan dengan mencabut rumput dari sawah yang tergenang air. Cara ini biasanya di lakukan saat rumput masih dalam fase muda dan belum berkembang maksimal.
Penggunaan Herbisida
Penggunaan herbisida dalam pembasmian rumput pada tanaman padi sebaiknya di lakukan dua kali. Yakni, penggunaan herbisida pra-tumbuh dan pasca tumbuh.
Herbisida pra-tumbuh di aplikasikan sebelum bibit padi di tanam atau segera setelah penanaman untuk mencegah pertumbuhan rumput. Contoh herbisida pra-tumbuh yang biasa di gunakan adalah butachlor dan pretilachlor.
Sedangkan Herbisida pasca-tumbuh di gunakan setelah rumput tumbuh. Aplikasinya di lakukan di saat tanaman padi sudah tumbuh cukup kuat dan rumput mulai muncul. Contoh herbisida pasca-tumbuh yang biasa di gunakan adalah bispyribac sodium dan fenoxaprop-P-ethyl.
Namun saat menggunakan herbisida, di harap memastikan mengikuti petunjuk penggunaan dengan tepat serta hati-hati supaya tidak merusak tanaman padi.
Selain itu, penggunaan herbisida harus di lakukan pada saat kondisi cuaca yang tenang, tidak berangin, dan sebaiknya pada pagi atau sore hari untuk meminimalisir penguapan.
Pengendalian Secara Biologis
Dalam proses pemilihan bibit padi, pilih varietas padi yang tahan terhadap serangan rumput. Beberapa varietas padi unggul memiliki kemampuan untuk bersaing dengan rumput karena pertumbuhannya yang lebih cepat dan lebih kuat.
Selain itu, penggunaan mulsa organik seperti jerami untuk menekan pertumbuhan rumput. Mulsa ini tentu membantu menjaga kelembaban untuk memperbaiki struktur tanah.
Pengendalian Secara Mekanis
Pengolahan tanah secara mekanis sebelum proses penanaman bisa memutus siklus hidup rumput dan mengurangi kepadatan tumbuhnya. Pembajakan dan penggaruan sebelum tanam padi akan membantu menghancurkan akar dan biji rumput yang ada di dalam tanah.
Alat seperti mesin penyiang rumput juga dapat di gunakan untuk membersihkan rumput dengan lebih efisien di lahan sawah yang luas. Alat ini bakal membantu mengurangi tenaga kerja dan waktu yang di butuhkan untuk penyiangan.
Pengendalian Secara Budidaya
Sistem tanam jajar legowo membantu meningkatkan kerapatan tanaman padi, sehingga mempersulit tumbuhnya rumput di antara barisan padi. Dengan jarak tanam yang lebih rapat, persaingan rumput dengan tanaman padi menjadi lebih sedikit.
Mempertahankan genangan air di lahan sawah selama fase awal pertumbuhan padi dapat menekan pertumbuhan rumput yang tidak tahan terhadap kondisi tergenang.

