OLAHRAGA, SULENGKA.ID – Juventus bisa bernapas lega setelah operator Liga Italia membatalkan sanksi pengurangan 15 poin. Akan tetapi, Si Nyonya Tua masih menghadapi ancaman UEFA, yakni larangan tampil di Liga Champions sekalipun lolos.
Calciomercato.com merinci bagaimana banding Juventus terhadap hukuman pengadilan FIGC berbuah manis. Namun demikian, masih ada beberapa hal yang mesti dikaji lagi.
Keputusan tersebut telah membuat Juventus kembali naik ke klasemen Serie A, tepatnya di posisi ketiga. Mereka berpeluang untuk lolos ke Liga Champions.
Namun demikian, ketika berkas perkara diteruskan ke UEFA, ancaman serius berhembus. Juventus mungkin tidak diperbolehkan berkompetisi di Liga Champions musim depan.
Kembali pada September 2022, Juventus didenda €3,5 juta oleh UEFA karena pelanggaran Financial Fair Play, dengan denda €19,5 juta lainnya jika mereka gagal mematuhi perjanjian yang ditandatangani.
Perjanjian ini sekarang di bawah pengawasan UEFA karena neraca yang diberikan kepada mereka oleh Juventus sama dengan yang sekarang menjadi pusat penyelidikan oleh Kantor Kejaksaan Umum Turin dan Kantor Kejaksaan FIGC.
UEFA sekarang dapat mengambil tindakan terhadap Juventus, yang menimbulkan banyak pertanyaan, seperti apakah Juventus akan dikeluarkan dari Liga Champions musim depan bahkan jika mereka mencapai finis empat besar.
Jika Nyonya Tua dihukum, anggaran yang seharusnya bisa mereka dapatkan dengan bertanding di Liga Champions, yakni €50 juta, praktis tidak bisa dinikmati.
UEFA sejauh ini belum mengambil tindakan. Mereka masih menunggu hasil persidangan dari Kejaksaan Turin yang berkolaborasi dengan FIGC atau PSSI-nya Italia, serta operator Liga Italia, Serie A.
Sumber: Bola.com

