SULENGKA.ID, NEWS — Pemerintah Kabupaten Sinjai terus memperkuat respons terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) campak melalui sinergi lintas sektor, termasuk melibatkan aktif sektor pendidikan.

Langkah ini ditegaskan Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di Gedung Command Center, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (1/4/2026).

Dilansir dari situs resmi pemkab sinjai, Andi Jefrianto Asapa menekankan pentingnya penanganan yang cepat, tepat, terkoordinasi, dan menyeluruh guna mencegah meluasnya penularan campak. Fokus utama diarahkan pada peningkatan cakupan imunisasi dengan target minimal 95 persen anak usia 9–59 bulan.

“Cakupan imunisasi harus terus ditingkatkan, sistem kewaspadaan dini perlu diperkuat. Seluruh pihak, mulai dari dinas terkait, camat, kepala desa hingga TP-PKK harus bersinergi dalam mengedukasi masyarakat serta melakukan evaluasi secara berkala,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, langsung melakukan pemantauan di lapangan terhadap pelaksanaan imunisasi campak di satuan pendidikan.

Salah satu lokasi yang dipantau yakni TK Negeri VIII Pasirmarannu, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan Dinas Pendidikan dalam menyukseskan program ORI campak di daerah.

Menurut Irwan, sekolah memiliki peran strategis dalam menjangkau anak usia dini, sehingga keterlibatannya sangat menentukan keberhasilan program imunisasi.

“Kami memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan lancar di lingkungan sekolah. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi peserta didik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan satuan pendidikan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi semakin meningkat, sehingga penyebaran campak dapat ditekan secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *