SULENGKA.ID OPINI — Pemuda sebagai agen perubahan (agent of change). Memiliki peran yang krusial dalam mendorong transformasi di berbagai aspek kehidupan Masyarakat. Pemuda cenderung lebih terbuka terhadap ide- ide baru dan inovatif. Mereka dapat memperkenalkan solusi kreatif untuk masalah-masalah yang ada di masyarakat, baik melalui teknologi, seni, maupun pendekatan sosial.
Namun yang menjadi masalah saat ini adalah kurangnya pelibatan pemuda dalam kebijakan publik. Ini adalah masalah yang dapat berdampak negatif pada perkembangan dan keberlanjutan suatu bangsa. Biasanya ada beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya pelibatan pemuda dalam kebijakan publik. Seperti Kurangnya Representasi, Posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan sering kali di dominasi oleh generasi yang lebih tua.
Rendahnya Pendidikan Politik
Akibatnya, perspektif dan kebutuhan pemuda sering terabaikan, bisa juga karena Rendahnya Pendidikan Politik, Kurikulum pendidikan formal sering kali tidak memberikan cukup penekanan pada pendidikan politik dan kewarganegaraan. Sehingga pemuda kurang memahami pentingnya dan cara terlibat dalam kebijakan publik. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa partisipasi pemuda yang terdidik secara politik tentu dapat meningkatkan kualitas kebijakan publik.
Mereka membawa perspektif baru dan ide-ide segar yang dapat memperkaya proses pengambilan keputusan dan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan efektif. Tidak berhenti di situ, terkadang dengan adanya Stereotip bahwa kalangan muda tidak mampu bekerja secara optimal juga menjadi salah satu alasan kurang di libatkannya dalam perumusan kebijakan.
Pemuda sering kali dianggap kurang berpengalaman atau tidak cukup matanguntuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan, sehingga suara mereka tidak di anggap serius. Padahal jika difikir, Kurangnya pelibatan pemuda berarti membuang-buang potensi sumber daya manusia yang dinamis dan energik yang seharusnya dapat berkontribusi signifikan dalam pembangunan bangsa, maka itu perlunya di hilangkan Stereotip tersebut dan mengubah persepsi negatif tentang pemuda dengan cara kalangan muda bisa dituntut untuk menunjukkan keberhasilan dan kontribusinya secara nyata dalam berbagai bidang.
Pelibatan Pemuda
Dengan mengatasi masalah-masalah ini, diharapkan pemuda dapat lebih terlibat dalam proses kebijakan publik, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Lantas sebagai kaum Muda apa saja sih usaha atau kiat-kiat untuk bisa terlibat dalam dalam penyusunan, perancangan kebijakan di Negara ini? Yang pertama kita bisa Membangun Platform atau Forum, Membuat platform dan forum memungkinkan kita kalangan pemuda untuk menyampaikan ide dan berpartisipasi dalam diskusi kebijakan, seperti dewan pemuda, forum konsultasi publik, dan konferensi.
Yang kedua kita bisa Menggunakan Teknologi dan Media Sosial, Memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk melibatkan peran kita , mengumpulkan masukan, dan menyebarkan informasi tentang proses kebijakan publik,. Pemerintah juga di harapkan untuk dapat Menyediakan Ruang Partisipasi di Lembaga Pemerintahan dan mengikutsertakan pemuda dalam komite atau dewan yang terkait dengan kebijakan publik di berbagai tingkat pemerintahan. Dengan strategi-strategi ini, partisipasi kita sebagai kaum muda dalam kebijakan publik dapat menjadi lebih bermakna dan efektif, membantu menciptakan kebijakan yang lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan semua lapisan masyarakat.
Pemuda Pembawa Perubahan
Saya teringat dengan perkataan terkenal dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno. “Berikan aku10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” Ini menggambarkan keyakinannya akan potensi besar yang di miliki oleh kaum muda dalam membawa perubahan dan memajukan bangsa. Sukarno mengakui bahwa pemuda memiliki energi, semangat, dan keberanian yang luar biasa.
Dengan jumlah yang relatif sedikit, mereka dapat membuat perubahan signifikan jika di beri kesempatan dan arahan yang tepat. Pemerintah harus ingat bahwa pemuda sering kali lebih berani dan siap mengambil risiko untuk mencapai perubahan. Semangat revolusioner dan ketidakpuasan terhadap status quo mendorong mereka untuk bergerak dan bertindak. Ini sejalan dengan Visi atau cita-cita Indonesia Emas.
Sebuah visi yang menantang namun dapat di wujudkan melalui komitmen, kerja keras, dan kerjasama dari semua pihak. Dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia, dan yang paling penting adalah keterlibatan atau andil pemuda di dalamnya sebagai penerus bangsa.
