SULENGKA.ID, PERTANIAN — Salah satu tantangan besar yang di hadapi oleh Negara Tiongkok atau Republik Rakyat China (RRC) adalah jumlah populasi yang besar. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Tiongkok mengembangkan sistem pertanian atau agrikultur. 

Kebutuhan pangan domestik yang cukup besar membuat negara ini melakukan inovasi yang luar biasa dalam mengembangkan sistem pertanian. Tak heran, negara dengan penduduk terbesar di dunia dengan jumlah lebih satu miliar penduduk ini mampu memenuhi kebutuhan domestik. 

Lalu bagaimana konsep pertanian Tiongkok hingga mampu berkembang pesat? Nah, salah satu pengembangan yang di lakukan oleh negara ini adalah memadukan pola pertanian tradisional dan modern. 

Tiongkok menggabungkan teknik pertanian tradisional dengan inovasi modern untuk meningkatkan produktivitas. Penggunaan pupuk, irigasi, dan teknologi baru menjadi pendorong utama peningkatan produksi.

Program intensifikasi pertanian, rotasi tanam, dan penggunaan pupuk yang tepat juga di kembangkan. Hal tersebut di lakukan dengan melihat keterbatasan lahan pertanian. 

Pemerintah Tiongkok sangat fokus pada ketahanan pangan dan telah meluncurkan berbagai program untuk memastikan bahwa negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri secara mandiri.

Kerjasama Pertanian Lintas Negara

Tak heran, negara dengan kualitas pertanian terbaik di dunia ini sudah menjalin kerjasama dengan negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. 

Tentu model pertanian Tiongkok ini juga sebagian sudah di adopsi di Indonesia. Tentunya untuk meningkatkan kualitas pangan di Indonesia yang terkenal dengan sebutan negara Agraris. 

Di kutip dari laman resmi Kementerian Pertanian Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan penting ke China National Rice Research Institute (CNRRI), lembaga riset padi terbesar di China yang berdiri sejak tahun 1981. 

Kunjungan ini menandai langkah awal kerjasama strategis dalam teknologi pertanian antara Indonesia dan China tahun 2024.

CNRRI di kenal sebagai pusat riset terkemuka yang memainkan peran kunci dalam mengkoordinasikan program penelitian padi di tingkat nasional dan global. 

Lembaga ini telah di klaim telah menghasilkan berbagai varietas padi unggul yang resisten terhadap hama dan penyakit, toleran terhadap cekaman lingkungan, dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan serta hemat biaya.

Nah, itulah informasi terkait pengembangan pertanian di negara Tiongkok atau China. Tentu perkembangan ini menjadi inspirasi negara-negara lain yang menginginkan agar pertanian di negaranya lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *